Rabu, 15 Desember 2010

Separuh Nafas Dari Seorang Bangsat

Terkadang Rasa Ini Ingkar Dari Falsafat,
Bentuk Kasat Cinta Yang Hilang Pada Sebuah Hakekat.
Melekat Firasat Perasaan Kesedihan Difikir,
Terjungkir Satir Merubah Hati Menjadi Mangkir.
Terukir Dalam Ikhals Bila Kasih Telah Berdusta,
Menghujam Tiap Rasa Luluh Hancur Dan Binasa.
Hingga Lisan Ini Tak Mampu Lagi Tuk Berbahasa,
Gemetar Raga Ini Tertancap Panah Api Derita.
Hanya Bisa Berucap Apakah Ini Yang Terbaik,
Sedikit Picik Kurasa Sungguh Munafik.
Berbisik Tiap Derik Tertuju Akan Dosa,
Ingin Akhiri Saja Buang Ruh Dari Dalam Raga..
Tapi Kejadian Ini Mengasah Ku Menjadi Kuat,
Berangkat Dari Hasil Penat Ku Bulatkan Tekat..
Untuk Jadi Lebih Baik Dimanapun Aku Berpijak,
Meski Sinis Menghujani Tiap Langkah Ku Pada Lain Jejak..

Terimakasih Pernah Menjadi Catatan Dalam Hidup,
Dan Akan Ku Simpan Hingga Diri Ini Menyala Redup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar